Asal Mula Mesin Komputer

Beberapa dekade yang lalu, desain mesin komputer didasarkan pada teknologi mekanik. Salah satu penemunya adalah Blaise Pascal (1623-1662) dari Prancis, Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) dari Jerman, dan Charles Babbage (1792-1871) dari Inggris. Mesin-mesin ini merepresentasikan data melalui posisi roda-roda gigi. Output dari mesin-mesin Pascal dan Leibniz diperoleh dengan cara mengamati posisi akhir dari roda-roda gigi tersebut sebagaimana cara kita membaca angka-angka pada odometer mobil. Babbage, di lain pihak, memiliki visi tentang sebuah mesin (Mesin Analitis) yang dapat mencetak nilai-nilai output pada kertas sehingga kemungkinan kesalahan penulisan dapat dihilangkan.

Sedangkan mengenai kemampuan mengikuti algoritma, kita dapat melihat suatu kemajuan dari segi fleksibiltas pada mesin-mesin ini. Mesin Pascal dibangun hanya untuk mengikuti algoritma penjumlahan. Akibatnya, urutan langkah yang sesuai telah ditempatkan secara menyatu di dalam mesin itu sendiri. Dengan cara yang sama, mesin Leibniz juga memuat algoritma yang menyatu dengan arsitekturnya, walaupun mesin tersebut memiliki beragam kemampuan operasi aritmetika yang dapat dipilih sang operator. Mesin selisih Babbage dapat dimodifikasi untuk melaksanakan berbagai macam perhitungan, namun Mesin Analitis-nya dirancang untuk membaca instruksi-instruksi dalam bentuk lubang-lubang pada kartu yang terbuat dari kertas. Oleh karena itu, Mesin Analitis Babbage dapat diprogram. Gagasan untuk mengkomunikasikan algoritma melalui lubang-lubang pada secarik kertas tidak dicetuskan oleh Babbage. Ia mendapatkan ide dari Joseph Jacquard (1752-1834), yang pada 1801 mengembangkan sebuah alat pintal dengan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pemintalan ditentukan oleh pola-pola lubang pada sebuah kartu kertas.

Orang lainnya yang memanfaatkan ide Jacquard adalah Herman Hollerith (1860-1929), yang menerapkan konsep representasi informasi sebagai lubang-lubang pada kartu kertas untuk mempersingkat proses tabulasi dalam sensus penduduk AS tahun 1890. Dari karya inilah yang mendorong didirikannya IBM (International Business Machine). Kartu-kartu ini pada akhirnya dikenal sebagai punch card dan terus bertahan sebagai metode yang populer untuk berkomunikasi dengan komputer hingga tahun 1970-an.
Namun dengan kemajuan di bidang elektronika pada awal tahun 1900-an, rintangan ini berhasil diatasi. Contoh-contoh perkembangannya adalah mesin elektromagnetis George Stibitz, yang selesai dibuat pada 1940 di Bell Laboratories, dan Mark I, yang diselesaikan pada 1944 di Universitas Harvard oleh Howard Aiken dan sekelompok insinyur dari IBM. Mesin ini sebagian besar berbasis relay mekanik yang dikendalikan secara elektronis.

Kemudian mesin-mesin ini telah usang karena peneliti lain menerapkan teknologi tabung hampa (vacuum tube) untuk membuat komputer digital yang sepenuhnya elektronis. Mesin pertama dari jenis ini adalah mesin Atanasoff-Berry  pada tahun 1937-1941 di Iowa State College. Contoh lainnya adalah mesin Colossus  oleh Tommy Flowers di Inggris untuk memecahkan kode-kode rahasia Jerman dalam perang dunia II. Mesin-mesin lain yang fleksibel, seperti ENIAC yang dikembangkan oleh J. Presper Eckert di Moore School of Electrical Engineering, Universitas Pennsylavania.

Kemajuan teknologi seperti penemuan transistor dan sesudahnya ada pengembangan rangkaian terpadu (IC), prluncuran satelit telekomunikasi, dan hingga kemajuan teknologi optik seperti saat ini. Mesin komputer seukuran desktop saat ini, bahkan lebih portabel seperti laptop yang mudah dibawa memiliki kemampuan komputasi yang lebih besar dari mesin-mesin berukuran satu kamar penuh dari era 1940-an dan dapat mempertukarkan informasi secara cepat melalui sistem komunikasi global.
Mesin-mesin komputer ini berawal dari eksperimen para penggemar komputer yang mencoba membuat mesin komputer di rumahnya sendiri (homemade), beberapa saat setelah pengembangan mesin-mesin riset besar pada era 1940-an. Dari kegiatan hobi semacam inilah Steve Jobs dan Stephen Wozniak membuat komputer-komputer rumah secara komersil, dan pada 1976, mendirikan Apple Computer, Inc., untuk memproduksi dan memasarkan produk-produk komputer buatan mereka. Meskipun produk-produk Apple cukup populer, produk-produk ini tidak diterima secara meluas oleh komunitas bisnis, yang tetap berpegang teguh kepada IBM dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan komputer mereka pada umumnya.

Pada 1981, IBM memperkenalkan komputer desktop pertamanya, yang disebut personal computer, atau disebut PC, dengan berbasiskan kepada software yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan muda yang masih kembang-kempis, Microsoft. Komputer PC tersebut menghasilkan sukses dalam waktu singkat dan memantapkan citra komputer desktop sebagai komoditas yang handal di dalam benak para pelaku bisnis.

Keberadaan komputer-komputer desktop telah mengangkat teknologi komputer ke posisi yang sangat vital dalam masyarakat kita hari ini. Melalui teknologi inilah smartphone dilahirkan, hingga jutaan orang mendapatkan akses kepada suatu sistem koneksi global yang dikenal internet, sebuah sistem yang membawa pengaruh kepada gaya hidup dan perdagangan masyarakat di seluruh dunia.